Pupuk Hayati

Impor Udang



Salah satu media di negeri ini menyajikan sebuah berita, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, kita akan mengimpor udang????? Suatu tanda tanya besar bagi semua, apa yang terjadi, sudah begitu kurangkah produksi udang dalam negeri kita, dengan luasan lahan yang begitu besar kita harus mengimpor udang!!!!!!!!! Luar biasa, sangat luar biasa fenomena negeri ini, ditengah hamparan laut yang luas dan hamparan tanah yang juga sangat luas, kita kekurangan supply udang untuk penduduk kita sendiri. Betulkah kita kekurangan supply kebutuhan udang dalam negeri, ataukah ada hal yang lain, kerusakan tambak produktif yang tercemar oleh limbah pabrik, sehingga banyak terjadi gagal panen udang akhir-akhir ini. Pertanyaan yang harus dijawab dan dikritisi oleh banyak pihak yang berkecimpung dalam pertambakan negeri ini, kenapa dan apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktifitas pertambakan udang. Ataukah memang perlu dilakukan terobosan untuk mengembalikan kejayaan pertambakan negeri ini, rasanya bukan sesuatu yang salah untuk mereview apa yang dulu sudah pernah kita alami. Seperti dilahan pertanian, perlu adanya terobosan teknologi, yaitu dengan menggunakan teknologi hayati. Teknologi hayati tersebut memanfaatkan mikroba yang menguntungkan bagi perairan, serta kehidupan biota di dalam lingkungan tambak. Dengan terobosan itu kita harapkan angka kehidupan (Survival Rate) udang meningkat, menekan perkembangan vibrio dalam perairan tambak, sehingga udang dapat berkembang baik sampai waktunya dipanen.
Migro Tambak dan Migro Suplemen, adalah kombinasi hayati tepat untuk pertambakan, dimana mikroba yang ada dalam Migro Tambak akan menguasai perairan tambak serta menekan perkembangan vibrio. Migro Suplemen yang dicampurkan ke pakan, akan membantu pencernakan udang/ikan sehingga feed conservation ratio (FCR) menjadi sangat baik dan pemakaian pakan menjadi efisien.